Friday, August 15, 2008

Dari Penjurian Adoi Advertising Awards 2008


Sebelum penjurian dimulai, seperti biasa semua anggota juri dan ketua juri Yasmin Ahmad mendapatkan briefing singkat dari Ham Singh, bos-nya Adoi. Dan setelah semua sepakat, kami pun digiring memasuki ruangan yang bernama The Filmore. Di ruangan itu terbentanglah seratusan entry print, outdoor, DM dan lain-lain, kecuali tvc dan web.

Ini juga saat pertama kali gue bisa melihat-lihat banyak iklan baru buatan Indonesia. Maklum kalau gue agak gak update. 5 bulan terakhir ini gue memang agak autis. Terlalu sibuk dengan kerjaan sehari-hari.

Kali ini benar-benar gue gak memikirkan iklan punya siapa yang akan menang. Gue cuma berharap supaya iklan-iklan yang masuk bisa membuat gue sebagai satu-satunya juri Indonesia, bangga. Gak usah semua lah, 70% entry yang bagus aja udah cukup.

Ruangan The Filmore pagi itu, jadi terasa begitu dingin. Badan gue mendadak menggigil. Gue beneran pengen nangis rasanya. Bukan hanya karena kualitas entry yang menurut gue jauh dari harapan, tapi sekedar mounting yang kacau bialau.

Seketika gue memikirkan apa yang ada di kepala juri-juri internasional itu? Juri-juri yang udah memenangkan banyak penghargaan internasional. Sebutlah Juggy Ramakrishnan pemenang Gold, Yellow Pencil untuk copywriting, Adrian Miller dengan 8 piala di Cannes barusan, Yasmin Ahmad yang tahun ini berjaya di hampir semua lomba iklan dengan Tan Hong Ming-nya. Siapa tak kenal Graham Kelly!

"Kenapa loe nek?" tanya seorang panitya yang mungkin menangkap kegelisahan di wajah gue. "Gue malu banget Yun... kok jelek-jeleeeeek.... Ini udah semua atau belum sih?" tanya gue lagi. "Udah, cinta... emang segini aja kok!"

Akhirnya gue memutuskan untuk keluar ruangan sebentar untuk merokok. Ketika itu Yasmin Ahmad ikut keluar. Kami merokok bersama. Kemudian Yasmin berkata

"there are 4 to 5 pieces that i like. but are you ok?"

"not really lah... entries do not look good... i am so embarrased..." jawab saya

"no... no... don't be... even in Spikes, even Cannes the first round is always looking bad..." kata Yasmin lagi.

OK, gue yang memang gak punya pengalaman banyak menjadi juri, jadi terhibur dengan jawaban itu. Apalagi Graham Kelly juga bilang ke gue "entries are getting better and better!"

Sampai akhirnya sampailah ke bagian yang paling mendebarkan. Pembagian metal. Semua, semua kekhawatiran gue pelan-pelan jadi kenyataan. Ada banyak komentar juri-juri yang bikin gue sedikit malu, tersinggung, marah, kesel, kecewa dan semuanya yang bikin gue, dan ke-Indonesiaan gue terusik. Gue cuma bisa tersenyum kecut. Ada salah satu iklan yang gue sendiri juga gak ngerti maksudnya, dikomentarin "are these people living in the same planet?"

Bener juga, setelah masuk ke ronde dua dan tiga, pelan-pelan kerjaan mulai terseleksi menyisakan yang terbaik. Debat para juri, diselingi guyonan ringan bikin suasana jadi sedikit menyenangkan. Pede gue mulai bangkit pelan-pelan. Dan memang, iklan-iklan di tahap ini mulai terlihat "bersinar".

Golding... SIlvering... Bronzing...Finalizing... mulai terdengar menggema di The Filmore. Catatan: imbuhan -ing itu ada karena rupanya di India, tidak mengenal akhiran -ing. Kata shock mereka mengerti, tapi begitu shocking mereka mulai tidak mengerti. Hehehe!

Penjurian itu pun berakhir. Gue gak sabar pengen cepet-cepet pulang. Ada banyak sekali pelajaran yang gue dapat dan pengen gue share ke temen-temen deket. Ada banyak ide-ide baru yang gak sabar untuk diwujudkan.

Di pesawat yang membawa gue pulang gue sempat berpikir, ada banyak peluang dan potensi buat Indonesia untuk meningkatkan kualitas kerjaan iklan kita. Bukan untuk menang Gold di Cannes, Adfest, dan lainnya. Tapi untuk membuat iklan yang benar-benar membuat kita bangga sebagai orang Indonesia. Iklan yang ketika disandingkan dengan iklan dari negara lain, memiliki karakter yang kuat dan khas.

Pengalaman ini benar-benar berarti. Saatnya untuk berkarya lagi. Toh lomba iklan akan ada terus setiap tahun. Kita-nya aja yang mesti semakin baik setiap tahun. Insya Allah

2 comments:

ree said...

share ke gue juga dong glenn. kapan muncul nih, kangen.

rayan said...

wah denger cerita lo gue jg jadi merasa bersalah nih... maybe one of the ugly entry was mine :( ...tulisan lo jadi pembelajaran banget buat kita2. thanks bro :)