Wednesday, April 27, 2005

Sejuta Peri

Gue gak kira, gak nyangka, kalau responnya bisa sebanyak
dan sehangat ini.
Ide-idenya inspiratif banget.
Pikiran gue jadi terbuka.
Rencananya baru akhir pekan ini gue baru mau mulai nulis.
Ini ada sedikit kado buat yang udah ngasih ide.


Sejuta Peri

Berjalan gue berjalan,
di atas titian bertanah basah.
Tanaman dewasa dan pohon bijak,
melindungi dari sengat matahari.

Resah dijinjing gelisah dipanggul,
gatal menyerang seluruh tubuh.
Bikin sepi semakin sepi
sebelum bercumbu dalam ketiadaan.

Tiba-tiba terdengar suara sayap berkepak.
Mendekat sejurus arah berjalan.
Semakin mendekat semakin keras.
Setiap kepakannya memenuhi setiap ruang raga.

Langkah gue melambat perlahan,
ketika angin menepuk punggung.
Tak sabar gue menoleh ke belakang.
Tampak sinar beterbangan naik turun.

Sejuta peri imut pun terbang di tempat.
Gue terkejut saat sadar ada mereka.
Mereka terkejut karena gue terhenti.
Tapi mereka terus menari dan menyanyi.

Tak dibiarkan gue bertanya bersuara,
mereka terus berdendang isi hati.
Sambil terbang mengitar,
seorang peri mendekati telinga berbisik.

Mengusik rasa obrak abrik otak
bahwa sepi itu tidak pernah ada.
Dan sendiri itu cuma numpang lewat.
Karena sejuta peri adalah kalian.

Temen-temen gue.

6 comments:

Diki Satya said...

Nitiiiip!!
Gua karakter peri yang bawa gitar yaaaaa...

bucin said...

karena kita semua jadi inspirasi tulisan buat glenn, maka saya rasa... kita semua berhak atas reward traktiran ngopi2nya glenn.

jadi kapan nih glenn?

rur said...

boleh saya ikut serta parade peri ini glenn?

dita.murningtyas said...

jadi sebenernya loe tuh bingung mo nilis apa, ato lagi kesepian seeehh?? kita peri-peri berdelapan belas gak keberatan kok nemenin loe sambil ditraktir ngupi, yaa kan teman2??

rangga said...

fairy in english means... uhmmm...

damn.

loe lagi nggak ngomongin parade yang terkenal di Berlin itu kan??? hehehe

nonetheless, ikutan boleh? Cafe Mocha for me...

Inco Harper said...

aku penyamun... bukan peri...