Monday, March 07, 2005

Kupu-kupu Dunia

ABG-ABG yang memenuhi atau menuh-menuhin Plaza Senayan malam itu,
gak lebih dari pengecut total!
Mereka itu takut.
Takut gak ada temen.
Takut gak ada pacar.
Takut gak keren.
Takut jelek.

Padahal yang perempuan badannya langsing-langsing.
Buah dadanya masih mekar dan padat.
Pantatnya masih montok dan kencang.
Entah mengapa, sorot mata mereka kosong dan ragu.
Langkah mereka bukan mengayun, tapi melayang.
Beberapa diseret.
Lebih memilukan dari pengemis di pinggir jalan.

Yang laki-laki sama juga, sama semua.
Badan mereka masih atletis.
Dada keras dan padat.
Pantat kencang dan montok.
Rambut lebat dan hitam.
Kulit wajah masih bebas keriput.
Entah mengapa, sorot mata mereka kosong dan ragu.
Langkah mereka bukan mengayun, tapi melayang.
Beberapa diseret.
Lebih memilukan dari pengemis di pinggir jalan.

Di malam itu juga di Plaza Senayan,
sepasang sejoli sedang bercinta.
Dari mata yang perempuan terpancar sinar
yang berkata kepada dunia, "cinta ini milik aku seorang!"
Dari matanya yang laki-laki terpancar sinar
yang berkata kepada dunia, "cinta ini milik aku seorang!"

Inikah arti sesungguhnya,
dunia hanya milik kita berdua dan yang lain hanya numpang?
Inikah arti sesungguhnya,
janji untuk sehidup semati dalam untung dan malang?
Dalam sehat ataupun sakit?

Yang perempuan berjalan tertatih-tatih.
Yang laki-laki berjalan dengan tongkat.
Bukan. Bukan buat gaya-gayaan.
Bukan buat gengsi.
Tapi karena usia mereka sudah sekitar 80 tahunan.

Fisik mereka tidak lagi sekuat ABG-ABG itu.
Kulit mereka sudah keriput.
Payudara yang perempuan sudah rata dengan dada.
Kaki yang laki-laki sudah kena osteoporosis.
Pantat mereka berdua sudah tepos dan gelembyeran.

Dari mana pancaran mata mereka berasal?
Dari mana kepercayaan diri mereka berawal?

Cinta?

(pasti Tuhan ingin menyampaikan sesuatu untuk gue dengan memperlihatkan ini semua.)

5 comments:

bucin said...

saat keindahan dunia ini sudah terasa membosankan...
saat kecantikan sudah lagi tak memikat...
saat kejujuran dan kesederhanaan menjadi mutiara...
saat kehidupan jadi begitu berharga melebihi hidup itu sendiri...
apa lagi yang kita cari?

Alia said...

Cinta datang dari mata turun ke hati.

Saat cinta mulai bersemayam di hati,
dia nyaman tersembunyi tanpa perlu selalu menampakkan diri.

rur said...

cinta itu terlalu abstrak
semu
abu - abu

dan saya hanya menyukai segala hal yang nyata

Diki Satya said...

Berbahagialah Glenn yang selalu mempertanyakan cinta. Sesaat saja cinta dinyatakan, cinta sudah tidak ada.

rossie said...

Mas Glenn..memang cinta terkadang membingungkan..
Banyak hal yang sulit untuk dimengerti..
Karena seringkali cinta mengalahkan logika.

Semoga mas Glenn menemukan cinta yg sebenarnya..