Friday, July 18, 2008

Niat Besar itu Kesampean Juga





Masih ada yang inget iklan PT Pos Versi Ling Ling ini?

Kalau ada yang gak kebaca isi tulisannya, kurang lebih adalah soal Ling Ling yang menulis surat ke ibunya untuk pertama kali sejak Ling Ling kabur dari rumah mengejar cintanya dengan Muhammad. Di surat itu, Ling Ling mempertanyakan alasan ibunya menghalangi cintanya hanya karena perbedaan agama.

Dengan iklan ini sebenarnya gue pengen menyampaikan pendapat gue, bahwa cinta gak harus pupus apalagi dipaksa pupus hanya karena perbedaan agama. Karena Tuhan itu sama. Dan gue percaya di mana ada cinta di situ ada Tuhan. Gue selalu bilang ke temen-temen yang putus cinta karena perbedaan agama, "berarti cinta loe gak beneran cinta."

Mungkin gue salah, mungkin gue bener. Tapi ini pendapat pribadi. Sorry kalau ada yang gak setuju. Keragaman itu indah kan?

Sejak iklan ini ditayangkan, gue sering ngerasa sedih juga karena kebanyakan komen yang dilontarkan terbatas pada komposisi layout. Tapi ya gak apa apa lah. Setiap komen pasti berguna.

Sampai suatu siang gue dapet sms dari temen lama yang isinya menyuruh gue membuka sebuah alamat blogspot. Dan ketika gue membukanya, mata gue terbelalak dan ketika membacanya ada yang tiba tiba panas di dada gue.

Silakan buka: http://helinawidjaja.blogspot.com/2008/04/tuhan-versus-cinta.html

Isinya:

Jumat, 2008 April 18
Tuhan versus Cinta (inspired by Glenn Marsalim)
Aku seringkali mendengar perkataan dimana ada Cinta dan Kasih Sayang, maka disitu ada Tuhan. Berdasarkan perkataan tersebut, jelas sekali terlihat bahwa Tuhan tercermin dalam Cinta dan Kasih Sayang. Uniknya, aku juga sering mendengar bahkan mengetahui jalinan Cinta dan Kasih Sayang sepasang anak manusia haruslah kandas karena perbedaan agama. Orang tua ataupun pihak keluarga masing-masing pasangan selalu menjadikan alasan perbedaan agama sebagai faktor yang tidak baik. Kalau Cinta dan Kasih Sayang= Tuhan, lalu kenapa Tuhan juga yang harus dijadikan alasan untuk memutuskan tali kasih??

Yang lebih parahnya lagi, pernah aku mendengar pengakuan beberapa teman ku yang mengatakan kalau mereka memutuskan pacar mereka karena mendengar suara ataupun bisikan Tuhan yang memberitahu untuk meninggalkan pasangan nya (hmmm apa iya Tuhan sekejam itu?, karena yang aku tahu dan aku yakini Tuhan itu mengajarkan Kasih. Kalau kita mengasihi pasangan kita dengan sungguh-sungguh, bukan kah kita sedang menjalani perintah-Nya? Lalu dimana letak permasalahan nya coba?)

Dan kalaupun pasangan kita bukanlah orang "baik-baik", apakah iya Tuhan memerintahkan kita untuk meninggalkan pasangan kita itu? Karena yang aku tahu, Tuhan pernah menyatakan jika kita tetap harus saling mengasihi, bahkan terhadap musuh kita. Kita harus bisa mengampuni dan mendoakan mereka, bukan nya malah menjauhi mereka layaknya mereka penderita penyakit kusta!! Dan bukan kah Yesus sendiri datang ke dunia untuk mencari orang yang berdosa? Ia mati juga untuk orang berdosa. Lalu apa salahnya kalau kita mencoba meneladani perilaku Yesus? (lagi-lagi bukankan sebagai orang Kristen, kita memang harus meneladani perbuatan Nya?)

Berapa banyak orang berdosa yang kembali ke jalan yang benar setelah mengalami Cinta dan Kasih Tuhan? Berapa banyak orang berdosa yang bertobat, karena ia merasakan tulusnya Cinta dan Kasih Tuhan? Dan kalau kita bisa meneladani perbuatan-Nya, bukan nya tidak mungkin kan pasangan kita yang bukan orang "baik-baik" akan kembali ke jalan yang benar?

Dari pemikiran ku yang rumit ini (atau polos??), aku hanya mau mengutarakan jangan jadikan Tuhan sebagai alasan untuk memutuskan tali kasih. Karena Ia sendiri yang mengajarkan kasih. Bahkan aku sangat ingat apa yang Yesus pernah ucapkan, yang bunyinya kira-kira seperti ini "Iman dan Kasih adalah hal yang penting, tapi yang utama adalah KASIH" ditambah lagi Ia juga pernah mengutarakan "Iman tanpa perbuatan adalah hal yang sia-sia". Maka dari itu, jikalau ada orang yang berusaha memutuskan/ sudah memutuskan tali kasih dengan mengatasnamakan Tuhan tolong dipikirkan baik-baik apakah kalian benar-benar mengikuti rencana-Nya atau melakukan nya demi keuntungan pribadi??

Woaaaaaah! Belum pernah gue ngerasain dihargain seperti ini. Terima kasih.

Kalau ada yang ingin tahu salah satu niat besar dibalik pembuatan iklan PT POS ini adalah soal cinta di atas segalanya. Soal kehangatan. Soal kasih sayang. Soal keluarga dan kekeluargaan. Soal ketulusan.

Dan diatas segalanya, soal menguak kebesaran Tuhan.
Sang Maha Cinta.

4 comments:

Ellen Su said...

hehehe
saya pun slalu terinspirasi sama Mas Glenn kok.

salam kenal :)

Ellen.

Anonymous said...

sampe segitunya :O

Anonymous said...

sampe segitunya :O

dunie said...

++

pertanyaanku..., mengapa selalu saja Tuhan dianggap sebagai sosok "orang/raja" yang menghiasi "surga".

bukankah kita adalah bagian kecil dari alam, dan alam itu adalah kehidupan yang sangat rumit yang kita sebut Tuhan..

dan didalam kehidupan itu ada yang kita sebut baik dan buruk.. walaupun sebenarnya si DIA tidak pernah menyebut kata2 itu.
bagi DIA semua hal yang dilakukan mahluk hidup itu adalah wajar.. dan mahluk hidup mau ga mau harus bersedia menerima timbal balik dari semua bentuk energi yang mereka lakukan. atau sering kita sebut karma.

saat kita berada dalam kejahatan, Alam/Tuhan akan mengembalikannya dengan berbagai macam kesusahan,

begitu sebaliknya.

saat kita berada dalam kebaikan, segala kebaikan akan kita terima.

KASIH yang disebutkan diatas, adalah cita2 manusia semata..., dan itu sangatlah bagus untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup..
cita2 yang terkumpul dari ribuan juta manusia di dunia dan dirangkum dalam nabi2/dewa2. yang pernah hadir di dunia.


sifat manusia sangatlah kompleks, mereka mampu melakukan berbagai macam hal untuk mencapai tujuannya, termasuk menjual "Tuhannya". dan itu sangat manusiawi karena sosok yang sering kita sebut Tuhan hanya sebatas nama (orang ke3 dalam bahasa)

tapi pengetahuan manusia tentang diriNYA, sangat2lah kurang, sehingga kita tidak berani untuk mempelajariNYA. hanya doktrin2 dari orang tua kita yang membuat kita percaya.

dan tentang cinta, pernahkah kita mempelajari cinta itu sebenarnya?

tidak hanya cinta monyet cowo dan cewe.. pernahkah kita mencintai kaki kita yang selama hidup ini menopang tubuh.. dan pernahkah berterimakasih kepada kaki walaupun hanya berapa detik kita mengucap??

pernahkah kita mencintai meja kerja di kator kita? pernahkah merapikannya selesai kita kerja?

pernahkah mensevis sepeda butut kita, pernahkah menghirup udara ini dan mengucap "udara di tanah airku sangat sejuk"

pernahkah kita mencintai Indonesia??

seberapa bertahankah kau mencintai...

pernahkah kita tidak menuntut balasan cinta, kepada semua yang kita cintai, termasuk pasangan
kita?

hmm...

sudahlah, belajarlah mencintai dirimu sendiri dulu... saat kita sudah mengerti.., kau akan tau siapa TUHAN itu...

- http://profiles.friendster.com/dunie168 -


++