Wednesday, October 19, 2005

Unhappy People of A Happy Industry

Selama bulan puasa ini,
gue dan beberapa teman sering sekali menghabiskan akhir pekan di Dixie.
Dixie adalah cafe yang ada di apartemen gue.
Letaknya yang di tepi kolam renang
dan buka sampai jam 5 pagi, bikin kita pengen berlama-lama
di sana. Sampai jam sahur kalau perlu.

Pembicaraanya gak lain dari soal advertising.
Sesekali ngomongin sex kalau udah bosen.
Nah pembicaraan kita itu akhirnya memunculkan sebuah
pertanyaan. "Kenapa ya orang iklan kebanyakan gak happy?"

"CD gue udah tua... iklannya jadi gak seru!"
"Duh kantor gue mah pabrik duit. Gak ada tuh award2an!"
"Sistemnya kantor gue emang berantakan!"
"Di sini mah cari ilmu aja. Duit gak ada!'
"Sebenernya enak... tapi gimana ya... kayak kurang apa gitu!"
Dan jutaan keluhan lainnya.

Jarang banget, hampir gak pernah ketemu orang iklan yang ngomong:
"Wah man... gue happy banget di sini. Semua yang gue mau ada!"
"Ini agency sempurna. Award dan bisnis berjalan seimbang."
"Gila... boss dan cd gue emang pengertian banget!"
Nah seperti loe liat sendiri. Gue cuma bisa nulis 3 yang baik-baik.
Sementara 5 di atas bisa ditambah lagi kalau mau.

Setelah waktu Dixie berakhir dan gue mencoba membagi-bagi teman iklan
gue ke dalam berbagai kategori.

1. Kategori Jebakan Batman

Ini adalah orang-orang iklan yang awalnya
mengira kalau kerja di advertising itu cool,
keren dan bisa bikin kaya.

Sampai akhirnya sadar bahwa itu semua
hanya ada di layar kacapas malam Citra Pariwara.
Karena kenyataannya... kita semua udah tau lah!

Nah sayangnya, mereka menyadari itu ketika sudah berkeluarga atau
jomblo berumur. Sehingga agak sulit untuk banting stir.
Alhasil... mesti ada yang lain yang disalahin.

2. Kategori Lampu Kelap Kelip

Ini adalah orang-orang iklan yang
sebenarnya bukan senang ngerjain iklan,
tapi seneng sama dugemnya orang iklan.

Kita akan lebih sering nemuin mereka
posting undangan party-party ketimbang hasil karyanya.
Nah kalau ditelaah... mereka sebenarnya tidak terlalu peduli
dengan portfolio.

Satu-satunya saat dimana mereka mikin betapa
jeleknya porto mereka, ketika Citra Pariwara.
"Anjrit... kapan ya gue naik panggung?"
Lampu kelap kelip emang melenakan orang.

3. Kategori Pengagum Dot Com

Ini adalah orang-orang iklan yang seneng
liat Archive atau buku awards lainnya.
Gak ada salahnya tentu, tapi berhenti di batas kagum.
Semakin lama semakin kagum
dan merasa semakin kecil karena
merasa gak bisa bikin iklan kayak gitu.
Tipe ini akan gampang frustasi.
Karena ketika harus mengerjakan kerjaan
iklan sehari-hari, bayangan iklan Archive terus menghantui.
Sialnya... jarang ada yang beneran
bisa bikin iklan sebagus iklan-iklan
yang mereka puja puji itu.
Dan... lebih suka buka archive ketimbang
duduk brainstorming cari ide bru dan segar.

4. Kategori Salah Parkir

Ini adalah orang-orang iklan yang sebenarnya
lebih seneng dan berbakat kerja di bidang lain.

Coywriter tapi lebih seneng ngeband.
Art Director tapi lebih seneng jadi desainer baju.
Nah... alasan mereka kerja di advertising apa, bisa beragam.
Dan sebenarnya, bisa aja kesenangan mereka itu
mendukung karir di advertising.

Tapi, lebih banyak merasa advertising jadi sampingan aja.
Fokusnya mereka hilang.

5. Kategori Sugar Daddy

Ini adalah orang-orang iklan
yang seneng bergaul dengan daddy-daddy dari dunia iklan.

Alasan mereka, supaya langkah mereka
di dunia advertising menjadi mulus.
Gampang dapet kerjaan baru, gampang dapet network,
gampang menang awards...
Sampai akhirnya mereka menyadari
bahwa daddy-daddy itu sebenarnya gak gitu-gitu amat.
Orang mereka sekarang lagi susah untuk
bisa bertahan di dunia iklan yang makin parah ini kok!
Mau memuluskan jalan orang lain pula?

6. Kategori Seniman

Ini adalah orang-orang iklan yang menganggap
advertising adalah dunia murni seni.
Atau memperlakukan advertising lebih sebagai karya seni.

Biasanya mereka sangat terampil untuk
bikin lagu, bikin drama, bikin lukisan, dan sebagainya.
Bisa sangat mendukung memang.
Sayangnya, banyak diantara mereka yang justru
menjadi seniman dalam attitude.
Dateng kantor jam 11, rambut gondrong, jeans robek,
dan merasa bahwa tak ada yang mengerti dunia mereka.

7. Kategori Hajar Bleh

Ini adalah orang-orang iklan yang berambisi besar.
Sangat ambisius. Pengen jadi CD. Pengen terkenal.
Pengen menang awards banyak.

Bagus banget memang. Dan memang banyak juga
yang sukses dari kategori ini.
Sayangnya. mereka jadi hajar bleh.
Semua cara dilakukan. Semua cara halal.
Sering jadi terbutakan oleh kemampuan diri.
Mereka sering lupa untuk memperbaiki kualitas dirinya sendiri.

8. Kategori Cina Kota

Ini adalah orang-orang iklan yang memandang iklan
sebagai tambang emas saja. Mereka mencintai duitnya.
Bukan iklannya.

Mungkin sebelum dunia iklan Indonesia sedang krisis,
mereka bisa bersenang-senang. Mendapatkan segalanya
dari dunia iklan. Tapi sekarang, pilihannya
hanya tinggal melepas dunia iklan terus bisnis yang lain.
Atau terpuruk frustasi.

Semua berdasarkan fakta dari orang-orang iklan nyata
yang pernah gue temui. Bukan rekaan belaka.
Bisa jadi alasan dan sebagainya tidak benar karena
keterbatasan gue dalam mengenali mereka.
tapi, secara yang terlihat, seperti inilah adanya.

Menurut gue bukan karena dunia iklannya
kalau orang iklan jadi gak happy.
Tapi karena memang... ah sudahlah!

19 comments:

Aria said...

Gak happy itu manusiawi bgt koq. Tapi kalo banyak gak happynya ketimbang happynya, artinya emang ada yg salah. Mungkin titik cerahnya bisa datang dari sudut pandang orang lain yg lebih netral. Ibarat kata, gajah di pelupuk mata gak kelihatan.

Btw, gak ada kategori Perfeksionis Kompulsif ya?

Felicia Sie said...

Gilaaaaa Glennnnn!!! Daleeemmm.. Jadi makin cinta.. Hehehe..

muzakir said...

9. Kategori Orang-Iklan-yang-Terlalu-Iklan

Ciri-ciri utamanya adalah mengomentari orang iklan itu sendiri. Misalnya, mendaftar orang-orang iklan jadi delapan kategori. hahahahaha....

zaky

Herman said...

In advertising,
worker's happy for the award, owner's happy for the money.

Which happy people i wanted to be? I've chosen to be the one with money, alot of them, probably bcse I haven't really taste what an award like :)

So here I am, devoting my 80% self to this evil called money, and the rest for my idealism, and hobbies.

what does that make me?
cina kota asal medan kaliyeeee

enda said...

right on.

Rani said...

Glenn, what type are you at? I'm sure everybody is wondering by now.

rur said...

perkenalkan, saya adalah pengagum dot com yang hidup dalam fatamorgana lampu kelap kelip. selama ini saya selalu berusaha nyari sugar daddy, tapi yang ada malah kena jebakan batman!

... ah lengkaplah sudah kebahagiaan saya sebagai seorang masokis!

nywayz, shot through the heart and you're to blame, glenn!

ewink said...

Wow, hebat sekali deskripsi sosiologisnya. Kalo Mas Glenn sendiri masuk katagori yg mana? Btw, bole berimpit nggak katagorisasinya?

Mister G said...

Glenn, kecenderungan menutup tulisan dengan "...ah sudahlah" ini memicu diskusi lanjutan.

Satya said...

very funny piece! kalo seneng proyeknya, seneng kerjasamanya, siap kerja cepat, siap melakukan request aneh, tapi UDAH BERBULAN2 GAK DIBAYAR JUGA, masuk kategori mana ya? apa itu semua orang, jadi ga usah pakai kategori?

rangga said...

hmmm, gua kayanya gak disitu deh...

atau mesti bikin kategori 9?

9. Kategori in denial...

hehehe...

seperti kata loe, "ah sudahlah..."

coolz said...

Which one are you?

glenn_marsalim said...

i am happy.
obviously.

glenn_marsalim said...

satya, itu namanya kategori curhat

glenn_marsalim said...

Dari lita letari tbwa:

Litlest.. truly, sedih bacanya hehe ga tau di kategori mana.. doyan n sj di party karena hobi, semangat bkn iklan bagus tapi gue ga pinter.. gimana dunk glen? hihihi yang pasti pengen pinter kayak glen!

sunardi said...

Kalau orang iklan yang suka ngajar untuk menutupi kebutuhannya... masuk yang mana ya? :)

dita.murningtyas said...

kalo kerja di periklanan adalah cita-cita, bukan terjebak, atau salah parkir, tapi gak terlalu suka dengan kelap-kelipnya lampu dugem dan gak demen sama sugar daddy, bukan seniman tapi jawa asli yang kadang basa-basi,kadang happy kadang basi. punya ambisi tapi gak ambisius..dan kaleeeem ..gak suka hajar menghajar...yang bekerja sesuai gaji...itu masuk dalam kategori apa yah?? hehhehehe

Xandy said...

Gw pribadi pengen nambahin, menurut gw ada satu kategori lagi, yaitu:
#Kategori Insomnia#
Karena terbiasa mengejar deadline, dari beberapa macam pekerjaan pada saat bersamaan, orang-orang iklan terpaksa sacrifice waktu malam mereka untuk tetap bekerja. Mungkin hal ini hanya dialami oleh beberapa orang iklan, yang notabene system operational procedure perusahaan tempatnya bekerja, belum berjalan dengan baik, tapi tidak dapat dipungkiri, bahwa tuntutan profesionalisme dan passion dari tiap-tiap individu dalam industri ini merupakan factor utama keberlangsungan sebuah perusahaan iklan, ya jadi mau ga mau, just accepted it..
Walhasil, hampir setiap malam (walau pun hari libur) orang-orang iklan sudah terbiasa untuk tidur after midnight. Karena tanpa disadari, jam psychology mereka telah bergeser, tidak seperti orang normal kebanyakan. Hehehe.. mungkin category ini lebih cocok buat para rookies di industri iklan, karena tingkat exploitasi yg berlebihan atas pertimbangan, masih muda, single, eager to learn, dan murah.

Amalia said...

Ya sudahlah neik!!
kita kerja buat beli baju aja!
Maju kena Mundur Kena!

Keep the Passion!
Don't Trap!