Tuesday, February 14, 2006

15 Pebruari 2005

Gue inget banget,
sehari sesudah hari kasih sayang tahun lalu,
gue memutuskan untuk keluar dari OgilvyOne.
Persis setahun yang lalu.
Setahun.
Gila... cepet banget waktu lewat.

Di hari ini, gue pengen merayakannya dengan berbagi
apa yang gue rasakan dan pikirkan waktu itu.
Bahkan sampai hari ini.
Gak ada yang istimewa sebenarnya
selain sebuah kata, kemerdekaan.

Gue rindu kemerdekaan.
Merdeka sebagai manusia biasa yang berpikir,
berkehendak dan merasa.
Karena bukankah tidak ada yang benar dan salah di dunia ini?
Semua adalah soal interpretasi.

Benar dan salah.
Hitam dan putih.
Kanan dan kiri.
Atas dan bawah.
Semua tergantung dari mana kita melihatnya.

Dan seandainya kita memutuskan untuk membelenggu
kemerdekaan untuk sekedar mempertahankan hidup,
hidup macam apa yang kita jalani?
Ketika kita memilih untuk memenjarakan
kemerdekaan berpikir, berkehendak dan merasa
hanya untuk memperkaya hidup,
kemiskinan hidupa apa yang akan kita alami?

Dan untuk itu semua, gue benar-benar diberkahi Tuhan.
Gue sendirian menjalani kemerdekaan ini.
Gak perlu mikirin susu untuk anak.
Gak perlu deg-degan karena dapur mampet.

"Emang loe gak pikirin soal masa depan?"
kata seorang teman dekat gue.
"Ah kalau masa depan mesti gue pikirin sekarang,
maka yang sekarang akan sulit untuk gue nikmati" jawab gue.

Bukankah sejak kecil kita diajari untuk beriman.
Bahwa Tuhan akan selalu bersama umatnya yang tak pernah melupakannya.
Bahwa surga ada di telapak kaki ibu.
Bahwa rezeki datang dari Tuhan.

Surga bukan di telapak kaki pemilik agency.
Rezeki bukan datang dari klien.
Pemilik agency dan klien adalah sekedar perantara.
Sekedar kepanjangan tangan.
Seperti kita semua, mereka bukan Tuhan.

Gue percaya banget sama perkataan David Ogilvy ini:

"If you have a nice, attractive, gentle, kind, human agency,
you don't have to pay so much.
And it attracts the best employees and
it attracts the most attractive clients.
It'll also give you a happier time on your way through life."

Agency yang baik, menarik, berbudi halus, lembut dan manusiawi.
Karena agency seperti inilah yang akan menarik
karyawan terbaik dan klien yang menguntungkan.

Menurut gue, ini adalah pemikiran yang sederhana dan masuk akal.
Dengan pemikiran ini pula, tolong kasih tau gue,
agency mana yang seperti ini sekarang?

Kalau ada, akan gue bayar dengan kemerdekaan gue.

7 comments:

Ricky Pesik said...

Kalau ada, jangan-jangan malah agency tersebut yang tidak sanggup 'membayar' kemerdekaan lu, Glenn?

hahahahahahahahaha...

'Kemerdekaan' itu bukannya berarti kita sanggup menaklukkan diri sendiri, Glenn? Atau 'kemerdekaan' itu melulu berarti bebas dari 'penakhlukan' pihak lain?

Pusing ya? Syukurin... hahahahahaha

yoga said...

Oooo, udah bosen freelance...? :)

bucin said...

To be announced soon:
Glenn Communication

ewink said...

Hati-hati lho Glenn, kemerdekaan kadang-kadang membawa belenggunya sendiri... LUWIH BEGJA KANG ELING LAN WASPADA

Amarta said...

Maksudnya Ogilvy One udah melenceng dari cita2 Ogilvy gitu? Gak baik, gak manusiawi, kasar dan tidak berperikemanusiaan?

Anonymous said...

iklan itu tidak jahat. tapi industri iklan telah menjadi motor penggerak utama kapitalisme (tahu sendiri kan gimana kejamnya kapitalisme?)

Anonymous said...

Gak ada Glenn, gak ada yang salah dari ungkapan lo...
Gak ada agency yang sesempurna, humanis dan sesensitif lo...
Benar kemerdekaan diri adalah segalanya Glenn, jauh lebih baik dari sekedar bersandar dalam nama besar, dengan sekantong kemunafikan tersembunyi. Sebenarnya mereka tidak berani! Aku disana Glenn, saat terakhir engkau akan melangkah. Kamu bukanlah pengecut.